September 18, 2021

Yabpeknas BPD Provinsi Banten Nilai Bantuan KPM di Taktakan dipotong

2 min read

SERANG – Yayasan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (Yabpeknas) menilai bahwa, dana bantuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Provinsi Banten anggaran 2018-2019 yang sejatinya disalurkan untuk warga masyarakat kategori miskin dinilai tak tepat sasaran.

Bahkan pihaknya menemukan dugaan kasus di Lingkungan Munjul, RT 01, RW 03, Kelurahan Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan, kota Serang, bahwa penerima bantuan itu sekitar 25 warga yang sudah terima dan yang belum menerima 14 warga.

Menurutnya, permasalahan yang timbul dimasyarakat adalah hak yang menerima itu tidak sesuai anggaran.

Menurut dia, ada aroma tidak sedap dalam penyaluran bantuan ini. Bahkan, pihaknya sudah melakukan konfirmasi ke Dinsos Kota Serang juga tidak tahu tentang bantuan ini. “Kita konfirmasi lagi kepihak Kecamatan Taktakan ke Bapak Camat juga tidak tau menahu urusan bantuan ini,” katanya.

Dilain tampat pihaknya berupaya menggali Keterangan langsung dari ibu Rosimah selaku ketua kelompok dikampung tersebut. Ia mengakui bahwa benar pihaknya hanya menerima bantuan itu antara Rp 700 ribu – sampai 750 ribu. “Saya nanya sisanya kemana bu, mereka jawab tidak tahu. Mereka para warga memberikan uang sebesar Rp 100 ribu rupiah kepada ketua kelompok. Rp 50 ribu untuk ketua kelompok dan Rp 50 ribu untuk Bapak Haji Badrudin,” akunya.

Lebih lanjut, Imat mengatakan bahwa, pendamping berkaitan erat dengan masyarakat dalam, validasi, pemutakhiran dan verifikasi pendataan dan pengawasan, jangan sampai salah sasaran.

Bahkan, Peraturan Gubernur Banten Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Banten Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu Di Provinsi Banten.

Peraturan Gubernur Banten Nomor 10 Tahun 2019 Tentang Pedoman Pemberian Hibah Dan Bantuan Sosial Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Provinsi Banten.

Provinsi Banten menggelontorkan dana Rp 87,5 miliar untuk program Jaminan Sosial Rakyat Bersatu (Jamsosratu).  Sebanyak 50 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan diberikan bantuan dana sosial sebesar Rp 1.750.000 per tahun. merinci penyaluran dana Jamsosratu untuk warga Banten meliputi 12.687 KPM di Pandeglang, 11.501 di Kabupaten Serang, 11.397 di Lebak, 5.522 di Kota Serang, 3050 di Kabupaten Tangerang, 2936 di Kota Tangerang, 1.905 di Cilegon dan 1002 di Tangerang Selatan. dan 1002 di Tangerang Selatan.

“Pendamping sepertinya tidak ada koordinasi dengan pihak Kabupaten/kota, kecamatan dan kelurahan/desa,” katanya.

Lebih lanjut, imat mngonfirmasi Dinsos Banten yang diwakili staf bernama Slamet, kata dia, Slamet mengatakan dirinya sudah konfirmasi ke bawah dan mengaku tidak ada potongan ke peserta KPM. “Tapi saya mempunyai bukti dan pengaduan dari ketua kelompok KPM, dan Peserta KPM, menduga Pihak Dinas Sosial Provinsi Banten ada yang ditutup-tupi. Saya coba hubungi Sekdis Dinsos Banten, beliau mengatakan jawaban nya sama dengan pak Slamat, apa yang sudah di sampaikan pak Slamet,” katanya.

Diketahui, Anggaran tahun 2018 sebesar Rp 1.665.000 perorang pertahun. Untuk tahun 2019 sebesar Rp 1.750.000 perorang pertahun. Dalam hal ini Pemprov Banten dari Dinas Sosial yang menyalurkannya melalui Bank Banten menggunakan kartu ATM multiguna. (HRS/Red)FacebookWhatsAppTwitterLineShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © PEWARNAS | Newsphere by AF themes.